Kamis, 14 Agustus 2014

Proyek Sistem Informasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Bagian Akademik adalah salah satu bagian dari SMA IPIEMS Surabaya, bagian ini mempunyai tugas untuk mengurusi masalah pengelolaan data siswa mulai dari nilai, kehadiran, jadwal pelajaran serta laporan siswa. Karena pada bagian Kurikulum SMA IPIEMS Surabaya ini semuanya masih dikerjakan secara Microsoft Excel untuk menyelesaikan semua proses pengolahan nilai, kehadiran dan jadwal pelajaran. Tentu hal ini masih terjadi kesalahan dalam prosesnya yaitu nilai, kehadiran. Selama ini bagian akademik SMA IPIEMS Surabaya masih menggunakan kertas untuk mengumpulkan data-data siswa yang tidak hadir dalam pengelolaan data kehadiran siswa dan penilaian. Sehingga terjadi penumpukan data yang akan di entry dan mengelola kehadiran siswa yang tidak masuk sekolah kemungkinan dilakukan pencatatan yang berulang-ulang, kesalahan tersebut juga terdapat di proses penilaian siswa sehinggan ada kesalahan dalam pengisian nilai siswa ke dalam rapot. Sehingga dibutuhkan waktu yang cukup banyak. Berdasarkan permasalahan di atas, maka untuk mengatasi kesalahan dalam melakukan pengecekan kehadiran siswa dan memudahkan menginputkan nilai adalah dengan mengunakan suatu aplikasi yaitu Microsoft Visual Studio 2005. Sistem ini dapat membantu guru atau bagian akademik untuk mengelola data siswa mulai dari nilai kehadiran, dan pencatatan alokasi siswa perkelas, penjadwalan serta laporan-laporan terutama tentang penilaian, kehadiran siswa dan alokasi siswa perkelas.
Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat memperbaiki proses semi-komputerisasi yang selama ini telah dijalankan. Sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengelolahan data khususnya pada bagian akademik
1.2   Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalah di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada, yaitu : “Bagaimana Merancang Bangun Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS SURABAYA”
1.3   Batasan Masalah
Batasan masalah pada Aplikasi Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS Surabaya adalah sebagai berikut :
  1. Sistem Informasi ini mencatat dan menyimpan pegawai, siswa, kelas, kehadiran siswa, penilaian siswa dan alokasi siswa perkelas, alokasi wali kelas, dan alokasi guru bidang studi, laporan guru bidan studi, laporan absensi, laporan alokasi kelas dan laporan penilaian.
1.4  Tujuan
Tujuan pada penelitian ini adalah menghasilkan Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS SURABAYA.
1.5   Manfaat
Sistem informasi akademik dapat dimanfaatkan oleh pengguna khususnya staff yang ada di organisasi sekolah sebagi berikut:
  1. Memudahkan dan mempercepat proses pemeliharana data siswa dan pegawai.
  2. Memudahkan dan mempercepat proses pendataan kelas serta mengetahui secara cepat nilai kognitif, psikomotorik dan afektif.
  3. Memudahkan dan mempercepat dalam mengetahui semua informasi berdasarkan laporan yang telah dimasukan.
  4. Memudahkan guru untuk mengololah data nilai siswa yang telah diperoleh untuk dilaporan kepada bagian akademik.
1.6   Sistematika Penulis

Sistematika penulisan memudahkan di dalam memahami permasalahan dan pembahasannya, maka penulisan laporan perancangan sistem infrormasi ini dibuat dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I      PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan pembuatan sistem, manfaat bagi penggunannya, serta sistematika penulisan laporan.
BAB II    HASIL SURVEY
Bab ini membahas tentang hasil survey pada SMA IPIEMS Surabaya yang menjelaskan tentang gambaran umum SMA IPIEMS Surabaya dan struktur organisasi yang bersangkutan beserta job description.
BAB III   LANDASAN TEORI
Bab ini membahas tentang berbagai macam teori yang mendukung dalam pembuatan sistem informasi akademik yaitu pengertian pendidikan, pengertian konsep dasar sistem informasi, pengertian sistem informasi akademik, penilaian, dan pengembangan sistem.
BAB IV   ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Bab ini membahas tentang spesifikasi prosedur yang meliputi analisis system flow, data diagram flow, diagram context, entity relationship diagram beserta struktur tabel dan desain input output yang baru.
BAB V    IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas tentang implementas program serta pembahasan fungsi disetiap – setiap bagian  mulai dari form master data sampai form proses pengelolaan data.
BAB VI   PENUTUP

Bab ini membahas tentang kesimpulan yang diperoleh dari pembuatan sistem ini serta saran yang bertujuan untuk pengembangan sistem ini dimasa yang  mendatang.
BAB II
HASIL SUREY
2.1 Gambaran Umum SMA IPIEM Surabaya
SMA IPIEMS Surabaya merupakan satu sekolah unggulan di kota surabaya merupakan sekolah yang terakreditasi A sejak  tahun ajaran 2005/2009 dan tahun 2012 sekolahan IPIEMS Mendapatkan lagi terakreditasi A. Dengan visi “ Prima dalam layanan, unggul dalam prestasi dengan membangun budaya belajar yang kondusif bagi pengembangan kepribadian siswa yang berwawasan Imtaq dan iptek sehingga mampu menjawab tantangan zaman”. Dengan visi tersebuat SMA IPIEMS Surabaya selalu berupaya dalam meningkatkan mutu dalam bidang akademik ataupun kepengurusan, hal ini dilakukan agar terus dapat bersaing  dengan sekolahan lainnya. SMA IPIEMS Surabaya banyak melakukan pembenahan, pengembangan dan pemberdayaan semua komponen sekolah baik sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM).
SMA IPIEM Surabaya beralamat di Jl.  Menur No. 125 Surabaya  Saat ini SMA IPIEMS Surabaya terdapat kurang lebih sekitar  876 siswa pada tahun 2013/2014 yang terbagi menjadi beberapa kelas yaitu kelas X IPA terbagi menjadi delapan kelas, IPA empat kelas dan IPS 4 kelas, kelas XI terbagi menjadi tujuh kelas, IPA tiga kelas dan IPS empat kelas, dan kelas XII terbagi menjadi sembilan kelas, IPA empat kelas dan IPS lima kelas. SMA IPIEMS Surabaya memiliki fasilitas Ruang guru, Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Ruang Kesenian, Lapangan olahraga, Kantin, koprasi siswa, dan mushollah. Suasana SMA IPIEMS Surabaya sangat sejuk, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Suasana belajar yang nyaman sangat membantu siswa untuk memperoleh prestasi di sekolah maupun di luar sekolah.

2.2 Struktur Organisasi SMA IPIEMS Surabaya
Di dalam organisasi SMA IPIEMS Surabaya pada tahun ajaran 2013/2014 ini terdapat beberapa bagian atau departemen yang menangani semua kegiatan yang ada di organisasi ini semua bagian bertanggung jawab langsung kepada pimpinan seperti pada Gambar 2.2

Gambar 2.2: Struktur Organisasi SMA IPIEMS
2.3 Deskripsi Tugas
Berdasarkan Struktur organisasi pada Gambar 2.1 dapat dideskripsikan tugas yang dimiliki oleh tiap bagian bersangkutan sebagai berikut:
a.       Kepala Sekolah.
Memimpin seluruh staff dan pegawai SMA dan mengawasi jalannya proses belajar mengajar. Dan juga , orang yang paling bertanggung jawab terhadap sukses atau tidaknya sistem belajar mengajar yang diterapkan di SMA.
b.      Tata Usaha.
Bertanggung jawab atas surat menyurat yang dilakukan SMA IPIEMS.
c.       Wakasek Kurikulum.
Membantu kepala sekolah dalam menyusun semua mata pelajaran, kelas sistem penilaian dan menyiapkan semua yang berkaitan tentang kegiatan belajar mengajar siswa di SMA IPIEMS. Pengelolaan Program, pembagian tugas guru, Kegiatan Belajar Mengajar, Evaluasi.
d.      Wakasek Kesiswaan.
Memvalidasi siswa yang akan masuk ke SMA IPIEMS Surabaya, kegiatan Ekstrakulikuler, pembina osis, tata tertib siswa.
e.       Wakasek Sarana Prasarana.
Memfasilitasi sarana dan prasarana sekolah bagi para siswa, inventari barang, pendayagunaan sarana, pengadaan barang, pemeliharaan, pengamanan dan penghapusan barang.
f.       Wakasek Humas
Membantu kinerja Kepala Sekolah dalam menyusun RAPBS, pengelolaan anggaran, membina hubungan antar warga sekolah dan dengan warga lingkungan sekitar, membina hubungan kerja sama dengan komite sekolah.
g.      Kordinator BK / BP
Bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik.

2.4 Analisa Sistem Yang Sedang Berjalan
Berdasarkan hasil studi laporan yang dilakukan pada SMA IPIEMS Surabaya, dapat dibuat suatu analisa sistem. Analisa sistem yang ada sebagai berikut:
  1. Dokumen Flow Siswa
Gambar 2.3 Document Flow Siswa
Pada Gambar 2.3 merupakan document flow untuk menyimpan data siswa. Pencatatan secara menual ini yang mana waka kurikulm dapat membuat laporan data siswa untuk di berikan kepada kepala sekolah.




  1. Dokumen Flow Guru Bidang Studi
Gambar 2.4 Document Flow Guru Bidang Studi
Pada Gambar 2.4 merupakan document flow untuk menyimpan data guru bidang studi. Dengan proses tersebut waka kurikulm dapat membuat laporan data guru bidang studi untuk di berikan kepada kepala sekolah.




  1. Dokumen Flow Menentukan Wali Kelas
Gambar 2.5 Document Flow Menentukan Wali Kelas

Pada Gambar 2.5 merupakan document flow menentukan wali kelas sisiwa disetiap kelas. Dengan proses tersebut waka kurikulum membaut data ruangan perkelas kemudaian menyesuaikan data pegawai utuk dijadikan wali kelas.

  1. Dokumen Flow Penilaian Siswa
 Gambar 2.6 Document Flow Penilaian
Pada Gambar 2.6 merupakan document flow pencatatan nilai sisiwa. Proses secara menual ini yang mana guru mata pelajaran membarikan nilai – nilai siswa kepada waka kurikulum untuk di hitung dijadikan nilai akhir dan laporan nilai siswa yang di isi oleh wali kelas untuk diberikan kepada siswa.
  1. Dokumen Flow Kehadiran Siswa
Gambar 2.7 Document Flow Kehadiran Siswa
Proses kehadiran terdiri dari 4 entitas yaitu guru bidang studi, guru bidang studi, guru bp, siswa dan waka kurikulum. Yang proses tersebut berawal dari guru bidang studi memeriksa kehadiran siswa di dalam kelas kemudian  memberikan form kehadiran kepada guru BP  untuk dicek terlebih dahulu apakah ada surat ijin apa tidak bagi siswa yang tidak hadir,  jika ada surat alasa ijin maka tertulis siswa tersebut ijin dan tida maka ditulis alpa. Kemudian dibuatkan laporan untuk diriakan kepada staf kurikulum.
  1. Dokumen Flow Alokasi Siswa
Gambar 2.8 Document Flow Alokasi Siswa
Pada Gambar 2.8 merupakan document flow alokasi sisiwa. Diawali dari bagian waka kurikulum yang menyesuaikan ada kelas dan siswa. Kemudian bagian waka kurikulum membuat daftar siswa perkelas rangkap dua. Daftar siswa perkelas diberikan kepada kepala sekolah untuk disetujui, jika telah disetujui diberikan kepada bagian waka kurikulum untuk diarsip dan kepada guru wali kelas.
  1. Dokumen Flow Penjadwalan Guru Bidang Studi
Gambar 2.9 Document Flow Penjadwalan Guru Bidang Studi
Pada Gambar 2.9 merupakan document flow Penjadwalan Guru Bidang Studi. Diawali dari bagian guru bidang studi data mata pelajaran yang akan mengajar dan kapan beliau bisa mengajar setelah itu data akan dikumpulkan kembali ke waka kurikulum untuk dibuatkan jadwal pengajaran yang sesuai dengan ketersediaan untuk mengajar dikelas kemudian dibuatkan laporan jadwal tahun pelajaran baru untuk di serahkan kepada kepalah.
2.5 Dokumen Input Output
Berdasarkan hasil dari studi lapangan pada SMA IPIEMS Surabaya, terdapat dokumen input dan output yang diperlukan dalam menangani proses yang ada pada SMA IPIEMS Surabaya. Dokumen input output yang didapatkan salah satunya dalah sebagai berikut :















  1. Lembaran Daftar Siswa Tidak Hadir
Lembar daftar siswa tidak hadir dapat dilihat pada Gambar 2.10.
Gambar 2.10. Lembar Daftar Siswa Tidak Hadir





  1. Lembaran Hadir Siswa
Lembar hadir siswa dapat dilihat pada Gambar 2.11
Gambar 2.11. Lembar hadir Siswa
C.    Lembaran Daftar Nilai Rapot Siswa
Lembar nilai siswa dapat dilihat pada Gambar 2.12
Gambar 2.12. Lembar Nilai Rapot Siswa
BAB III
LANDASAN TEORI

3.1    Pendidikan

Fungsi pendidikan adalah untuk menyiapkan peserta didik, yang dapat diartikan bahwa peserta didik pada hakikatnya belum siap, tetapi perlu disiapkan dan juga menyiapkan dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan pada proses yang berlangsung sebelum peserta didik sebagai calon warga negara yang baik, warga bangsa dan calon pembentuk keluarga baru, serta mengemban tugas dikemudian hari. (Hamalik, 2001).

3.2    Sistem Informasi Akademik

Menurut Satoto (2009) Sistem Informasi Akademik adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menyajikan informasi dan menata administrasi yang berhubungan dengan kegiatan akademis. Dengan menggunakan perangkat lunak seperti ini diharapkan kegiatan administrasi akademis dapat dikelola dengan baik dan informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan mudah dan cepat.

3.3    Penilaian

Menurut Mardapi (2008:5) penilaian mencakup semua cara yang digunakan untuk menilai kerja individu, yaitu prestasi belajar yang dicapai peserta didik. Proses penilaian melalui bukti-bukti tentang pencapaian beajar peserta didik. Berdasarkan definisi tersebut, penilaian dalam bidang pendidikan dapat
diartikan sebagai semua aktifitas yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik
untuk menilai diri mereka sendiri, yang memberikan informasi untuk digunakan
sebagai umpan balik untuk memodifikasi aktifitas belajar dan mengajar. Oleh
karena itu, dapat dipahami bahwa penilaian itu bersifat kualitatif.

3.4    Kehadiran

“Kehadiran siswa di sekolah (school attandence) adalah kehadiran dan keikutsertaan siswa secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah. Sedangkan ketidakhadiran adalah ketiadaan partisipasi secara fisik siswa terhadap kegiatan-kegiatan sekolah” (Imron, 1996:59).

3.5    Pengertian jadwal

Penjadwalan (schedulling) adalah pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi. Penjadwalan mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan maupun tenaga kerja bagi suatu kegiatan operasi. Penjadwalan selalu berbuhungan dengan pengalokasian sumber daya yang ada pada jangka waktu tertentu, hal tersebut adalah proses pengambilan keputusan yang tujuannya adalah untuk optimalisasi.
Penjadwalan yang tidak efektif akan menghasilkan tingkat penggunaan yang rendah dari kapasitas yang ada. Fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan akan mengunggu (idle) untuk waktu tertentu, karena tidak adanya jadwal. (Boroto, 2002, p167).

3.6    Sistem

Sistem adalah sebagai  sekelompok  komponen  yang  saling  berhubungan,  bekerja  sama  untuk mencapai  tujuan  bersama  dengan  menerima  input  serta  menghasilkan  output dalam proses transformasi yang teratur.
Suatu sistem mempunyai karakteristik yaitu  komponen  maupun elemen  (component),  batasan  sistem  (boundary), lingkungan  luar sistem(environment),  penghubung  (interface), masukan  (input), pengolahan (proses), keluaran (output), sasaran (objective), tujuan (goal). (Mulyanto, 2009:2).
Definisi sistem adalah suatu  jaringan  kerja  dari  prosedur  – prosedur  yang  saling berhubungan, berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan sautu sasaran yang tertentu. (Jogiyanto, 2009:1).
Suatu  sistem  tidak  berada  dalam lingkungan  yang  kosong,tetapi  sebuah  sistem  berada  dan  berfungsi  di  dalam lingkungan  sistem  lainnya. Suatu sistem  terdiri  dari  sejumlah  komponen  yang saling  berinteraksi, bekerja  sama  membentuk  satu  kesatuan. Apa bila suatu sistem merupakan dari sebuah komponen sistem lainnya yang lebih besar, maka akan disebut dengan  subsistem, sedangkan  yang  lebih  besat  tersebut  adalah lingkungannya.
Setiap  subsistem  mempunyai  sifat-sifat  dari  sistem  untuk  menjalankan  suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi suatu proses sistem secara keseluruhan. (Mulyanto, 2009:3).
3.7     Informasi
Informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diolah dan berguna bagi penggunanya. Informasi  adalah  data  yang  diolah  menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. (Jogiyanto, 2009 : 8)
Suatu  informasi  dikatakan  bernilai  bila manfaatnya  lebih  efektif dibandingkan  dengan  biaya  untuk  mendapatkannya.  Sedangkan  kualitas  dari informasi  tergantung  dari  tiga  hal  yaitu  informasi  harus  akurat,  tepat  pada waktunya, dan relevan.
Data  adalah  bentuk  material  atau bahan  baku  yang  belum  mempunyai  makna  atau  belum  berpengaruh  langsung kepada  penguna  hingga  perlu  diolah  untuk  menghasilan  sesuatu  yang  lebih bermakna. (Mulyanto, 2009:15)

3.8    Sistem informasi

Dalam kehidupan sehari-hari orang sering menyamakan makna istilah sistem dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani yaitu Sistem yang berarti penempatan atau mengatur.
Pengertian sistem menurut Mulyadi (2008 : 2) adalah “sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
Sedangkan menurut Mulyanto (2009:29) “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu tujuan”.

3.9    Analisa dan Perancangan Sistem Informasi

Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan  da mengevaluasi  permasalahan,  kesempatan,  hambatan yang terjadi, dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.
Analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap  perancangan  sistem.  Langkah-langkah  dasar  dalam  melakukan  analisa sistem:
 Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.

a.    Understand, yaitu memahami kinerja dari sistem yang ada.

b.    Analyze, yaitu menganalisa sistem.

c.    Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

Setelah analisis sistem dilakukan, tahap selanjutnya adalah perancangan sistem. Perancangan sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada  pemakai serta memberikan gambaran yang jelas dan lengkap kepada pemrogram dan ahli teknik lainnya yang terlibat (Jogiyanto, 1990).
 BAB IV
ANALISA DAN DESAIN SISTEM
4.1    Analisa Sistem
Analisa sistem merupakan langkah awal dalam  membuat sistem baru. Langkah pertama adalah melakukan wawancara. Wawancara dilakukan oleh dua orang dengan bagian waka kurikulum. Waka kurikulum memberikan informasi tentang mekanisme penilaian dan kehadiran siswa, pendataan alokasi kelas.
Analisa merupakan cara untuk menganalisa permasalahan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil studi lapangan. Sedangkan desain sistem merupakan langka – langkah yang harus ditempuh untuk menyajikan sebuah sistem informasi agar terorganisasi dengan baik. Pada bab ini akan dibahas mengenai analisa serta desain dari Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS Surabaya. Hasil dari wawancara dengan bagian pelayanan, digambarkan oleh dua penganalisa melalui document flow lama.
Penganalisa mendapatkan beberapa permasalahan yang dapat diambil melalui document flow lama. Permasalahan tersebut antara lain, proses yang dilakukan masih tergolong manual. Pendataan siswa, koleksi siswa perkelas, kehadiran siswa dan penilaan dimasukkan ke dalam buku. Prosedur yang dilakukan cukup banyak, sehingga membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
Document flow merupakan hasil analisa yang dibuat derdasarkan hasil survey ke SMA IPIEMS Surabaya. Document flow menggambarkan seluruh proses yang berhubungan dalam kegiatan penilaian dan absensi sebelum menggunakan sistem informasi akatemik.
4.2    Desain Sistem
Desain sistem merupakan tahap pengembangan setelah analisas sistem dilakukan. Desain sistem dilakukan melai dari merancang system flow, Context Diagram, Hierarchy Input Output (HIPO), Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD) dan struktur table .Kemudian mendesain input output untuk dibuat aplikasi selanjutnya.
4.2.1   System Flow
Document flow baru merupakan gambaran dari sistem yang telah dikembangkan. Dalam system flow, beberapa proses yang dilakukan secara komputerisasi. Proses yang dikembangkan meliputi, proses penilaian, dan kehadiran siswa.
A.  Flow Siswa
System flow untuk menyimpan data siswa dan pembuatan user id yang di gunakan untuk mendapatkan hak akses ke sistem akademik. Dengan ada nya sistem informasi dapat membuat laporan data siswa dengan akuran, cepat dan tidak memerlukan banyak waktu untuk di berikan kepada kepala sekolah laporan data siswa tersebut pada Gambar 4.1.




Gambar 4.1 System Flow Siswa
B.  System Flow Guru Bidang Studi
System flow untuk menyimpan data guru bidang studi dan pembuatan user id yang di gunakan untuk mendapatkan hak akses ke sistem akademik terutama dalam penilaian anak didiknya di setiap mata pelajaran. Dengan ada nya sistem informasi dapat membuat laporan data nilai siswa dengan akuran, cepat dan tidak memerlukan banyak waktu untuk di berikan kepada kepala sekolah laporan data siswa tersebut dan dapat di liat oleh siswa secara langsung dapat dilihat pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2 System Flow Guru Bidang Studi
C.  System Flow Menentukan Wali Kelas
Menjelaskan tentang proses penentuan wali kelas. Waka kurikulum menentukan Kelas, Guru bidang studi yang akan menjadi wali kelas yang kemudian disimpan dalam Tabel Wali Kelas Pada Gambar 4.3.

Gambar 4.3 System Flow Menentukan Wali Kelas
D.  System Flow Penilaian
Pencatatan proses penilaian yang terdapat di instansi berawal dari guru mata pelajaran yang dapat langsung input nilai-nilai siswa untuk disimpan kedatabase kemudain di proses oleh waka kurikulum supaya dicetak untuk diberikan wali kelas, system flow pencatatan nilai sisiwa dapa dilihat pada Gambar 4.4.
Gambar 4.4 System Flow Penilaian
E.  System Flow Kehadiran Siswa
Proses kehadiran terdiri dari 4 entitas yaitu staf  kurikulum, guru bidang studi, siswa dan guru bp. Proses tersebut berawal dari guru memberika form kehadiran siswa ke guru BP supaya diinput  ke database untuk dibuatkan laporan kehadiran siswa,  system flow pencatatan nilai sisiwa dapa dilihat pada Gambar 4.5.



Gambar 4.5 System Flow Kehadiran Siswa
F.   System Flow Alokasi Siswa
Proses alokasi siswa diawali dari staf kurikulum yang melakukan pendataan kelas. Dari data kelas dan data siswa bagian staf kurikulum melakukan penyimpanan di tabel alokasi siswa keudian proses mencetak laporan siswa perkelas kemudian diberikan kepada kepala sekolah utuk minta persetujuan seperti Gambar 4.6.
Gambar 4.6 System Flow Alokasi  Siswa
G. System Flow Penjadwalan Guru Bidang Studi
Penjadwalan Guru Bidang Studi. Staff kurikulum  mengelola dari data kelas, guru, dan data mata pelajaran untuk dibuatkan jadwal pengajaran yang sesuai dengan ketersediaan untuk mengajar dikelas kemudian dibuatkan laporan jadwal tahun pelajaran baru untuk di serahkan kepada kepalah seperti Gambar 4.7.

 Gambar 4.7 System Flow Penjadwalan Guru Bidang Studi
4.2.2        Diagram Berjenjang
Diagram berjenjang merupakan merupakan diagram urutan proses yang terjadi dalam Sistem Informasi akademik. Urutan proses dimulai dari pemeliharaan file Master, pemeliharaan file transaksi akademik, dan cetak laporan.
Gambar 4.8 Diagram Berjenjang

4.2.3        Context Diagram      
Pada Context Diagram Sistem Informasi Akademik ini terdiri dari 5 entitas (bagian), yaitu waka kurikulum, guru bidang studi, wali kelas ssiwa dam guru BP. Kelima entitas tadi memberikan input data dan menerima output data yang diperlukan.
Gambar 4.9 Context Diagram Sistem Informasi Akademik
Data flow diagram (DFD) merupakan perangkat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur. DFD menggambarkan seluruh kegiatan yang terdapat pada sistem secara jelas.

A.  Data Flow Diagram Level 0
Data flow diagram level 0 ini, berisi tiga proses. Proses tersebut antara lain, pemeliharaan file alokasi siswa, penilaian, dan kehadiran.
Gambar 4.10 Data Flow Diagram Level 0
B.  Data Flow Diagram Level 1
Data flow diagram level 1 terdapat tiga transaksi yang sering terjadi di dalam SMA IPIEMS Surabaya. Tiga transaksi diantaranya, transaksi mengelola data siswa, mengelola data kelas, dan data guru mata pelajaran. Transaksi tersebut membutuhkan file untuk memasukkan data, seperti file siswa, guru bidang studi, dan kelas.
Gambar 4.11 Data Flow Diagram Level 1
4.2.5        Entity Relationship Diagram
Entity relationship diagram (ERD) merupakan gambaran struktur database dari sistem informasi akademik yang telah dikembangkan. ERD dibagi menjadi dua, yaitu conceptual data model (CDM) atau secara logik dan physical data model (PDM) atau secara fisik.
A.  Conceptual Data Model
Pada conceptual data model yang tertera diatas, terdapat empat belas buah tabel yang saling terintegrasi secara logik. Dua belas tabel terdiri dari sepuluh tabel master dan empat tabel transaksi.
Gambar 4.12 CDM Sistem Informasi Akademik


B.  Physical Data Model
Pada physical data model yang tertera dibawah, telah menunjukkan adanya relasi antar tabel. Terlihat bahwa antar tabel satu dengan yang lain saling memberikan informasi berupa identitas untuk mengenali tabel yang lain.
Gambar 4.13 PDM Sistem Informasi Akademik
4.2.6   Struktur File
Program sistem informasi akademi SMA IPIEMS Surabaya ini, memiliki database yang terdiri dari beberapa tabel.  Tabel – tabel tersebut memiliki struktur tabel yang saling terintegrasi dan memberikan informasi yang cukup lengkap bagi pengguna sistem.  Berikut penjelasan struktur tabel dari tiap tabel:
A.      Tabel  Pegawai
Primary key     : NIP
Foreign key     : -
Fungsi             : Menyimpan data pegawai
Tabel 4.1 TB Pegawai
No
Field
Data Type
Length
Constraint
1
NIG
char
9
Primary Key
2
Nama_pegawai
varchar
100

3
Jenis Kelamin
char
1

4
Tgl Lahir
date


5
Agama
Varchar
12

6
Pend Akhir
varchar
50

7
Awal Masuk
Date


8
Telp
varchar
15

9
Email
varchar
100

10
Kota
varchar
50

11
Alamat
text


12
Picture
image



B.       Tabel Siswa
Primary key     : NIS
Foreign key     : Id_User
Fungsi             : Menyimpan data siswa


Tabel 4.2 Tabel Siswa
No
Field
Data Type
Length
Constraint
1
NIS
char
9
Primary Key
2
Tahun Pelajaran
char
9

3
Nama_Siswa
varchar
100

4
Jenis Kelamin
char
1

5
Tgl Lahir
date


6
Agama
varchar
12

7
Telp
varchar
15

8
Email
varchar
100

9
Anak ke
int


10
Saudara
int


11
Kota
varchar
50

12
Alamat
text


13
Asal SMP
varchar
60

14
No Ijaza
varchar
40

15
Picture
image



C.      Tabel  User
Primary key     : Id User
Foreign key     : User id
Fungsi             : Sebagai login user
Tabel 4.3 Tabel User
No
Field
Data Type
Length
Constraint
1
Id_User
char
9
Primary Key
2
User id
char
9
Foreign key
3
Password
char
9

4
Level User
Varchar
15

5
Status
Varchar
12




D.      Tabel Tahun Pelajaran
Primary Key : Id_Tahun_pelajaran
Foreign Key : -
Fungsi : Menampung data tahun Pelajaran .
Tabel 4. 4 Tabel Tahun Pelajaran
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Id_Tahun_pelajaran
char
4
Primary Key
2
Status
Varchar
12

3
Keterangan
text


4
Tahun_Pelajaran
varchar
9


E.       Tabel Kelas
Primary Key : Id_Kelas
Foreign Key : NIG
Fungsi : Menampung data kelas.
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode_Kelas
char
5
Primary Key
2
Tingkat
varchar
10

3
Kelas
varchar
20

4
Ruang
char
2

5
NIG
char
9
Foreign key

F.       Tabel Mata Pelajaran
Primary Key : Id_Mapel
Foreign Key : -
Fungsi : Menampung data pelajaran .


NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode_Mapal
Char
5
Primary Key
2
Nama_Mapel
varchar
40

3
KKM
int








G.      Tabel Detil Mata Pelajaran
Primary Key : Kode_DMP
Foreign Key : Kode Mapel
Fungsi : Menampung data detil kelas .
Tabel 4. 7 Tabel Detil Mapel Pelajaran
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode_DMP
char

Primary Key
2
Tingkat
varchar
8

3
Kode Mapel
char
5
Foreign key
4
Status
varchar
8


H.      Tabel  Penilaian
Primary Key :  Kode_Nilai
Foreign Key : Id_Wali_Kelas, NIS, Id_Pelajaran, Tahun_Pelajaran, Semester
Fungsi : Menampung data penilaian .
Tabel 4. 8 Tabel Penilaian
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode Nilai
char
9
Primary Key
2
NIS
char
5
Foreign key
3
Tingkat
char
11
Foreign key
4
Kode kelas
char
6
Foreign key
5
Tahun pelajaran
varchar
9
Foreign key
6
Semester
int

Foreign key
7
Nilai_Kognitif
Int


8
Nilai_Psikomotor
Int


9
Nilai_Afektif
Int


NO
Field
Type Data
Length
Constraint
10
Nilai_Akhir
Int


11
Nilai_Huruf
text



I.         Tabel  Absen
Primary Key : Id_kehadiran
Foreign Key : NIS, Kode kelas, Semester, Tahun pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data kehadiran
Tabel 4. 9 Tabel Kehadiran
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Id_Kehadiran
char
5
Primary Key
2
Nis
char
9
Foreign key
3
Kode Kelas
char
5
Foreign key
4
Semester
char
10
Foreign key
5
Tahun Pelajaran
char
9
Foreign key
7
Keterangan
varchar
5

8
Tgl_absen
date
Date


J.        Tabel : Guru_Mapel
Primary Key :  -
Foreign Key : NIG, Kode Mapel, Tahun_Pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data guru mata pelajaran.
Tabel 4. 10 Tabel Guru_Mapel
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
No
Char
10
Primary Key
2
NIG
Char
9
Foreign key
3
Tingkat
varchar
10

4
Kelas
varchar
10

5
Kode Mapel
Char
9
Foreign key
6
Tahun pelajaran
varchar
9
Foreign key

K.      Tabel Semester
Primary Key : Kode_Semseter
Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menampung Semseter.
Tabel 4. 11 Tabel Semseter
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode_Semester
int

Primary Key
2
Semster
varchar
10

3
Status
varchar
10


L.       Tabel Jadwal
Primary Key :  Kode jadwal
Foreign Key : NIG, Tahun_Pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data guru mata pelajaran.
Tabel 4. 12 Tabel Jadwal
NO
Field
Type Data
Length
Constraint
1
Kode jadwal
char
7
Primary Key
2
NIG
char
9
Foreign key
3
Tahun Pelajaran
varchar
9
Foreign key
4
Hari
varchar
10

5
Jam Mulai
varchar
20

6
Jam Selasai
varchar
20

7
Lama Jam
varchar
20

8
Keterangan
varchar
20


4.2.7   Desain Input Output
Desain input ouput dari Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS Surabaya dibagi menjai 3 login level yaitu 1)level staf kurikulm 2) level guru matapelajaran, 3) level siswa.
A.  Desain Form Login
Gambar 4. 14 Desain Form Login
Gambar 4.14 merupakan desain form login yang digunakan user untuk masuk kedalam sistem.
B.  Desain Form Halaman Utama Bagian Kurikulum
Gambar 4. 15 Desain Form Halaman Utama Bagian Kurikulum
Gambar 4.15 merupakan desain form tampilan halaman awal setelah user melakukan login from ini di kususkan hanya bagian kurikulum.
C.  Desain Form Pegawai
Gambar 4. 16 Form Master Pegawai
Gambar 4. 16 merupakan form yang digunakan untuk input pegawai yang ada di SMA IPIEMS Surabaya
D.  Desain Form Siswa
Gambar 4. 17 Form Master Siswa
Gambar 4.17 merupakan form yang digunakan untuk input siswa yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.

E.  Desain Form  Kelas
Gambar 4.18 Form Master Kelas
Gambar 4.18 merupakan form yang digunakan untuk input kelas dan sekaligus pembagian wali kelas di masing – masing kelas yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.











F.   Deasin From Alokasi Siswa
Gambar 4. 19 Form Transaksi Alokasi Siswa
     Gambar 4.19 merupakan desain form yang digunakan untuk alokasi siswa perkelas.
G. Form Transaksi Kehadiran Siswa
Gambar 4. 20 Form Transaksi Kehadiran Siswa
              Gambar 4.20 form yang digunakan untuk mencatat ketidak kehadiran siswa didalam kelas sebabkan siswa tersebut izin, sakit atau alpha.
H.  Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi
Gambar 4. 21 Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi
              Gambar 4.21 form yang digunakan untuk mengelola jadwal guru bidang studi untuk mengajara dikelas kelas sesuai dengan jam pelajaran yang sudah ditentukann.
I.     Form Transaksi Penilaian Siswa
Gambar 4. 22 Form Transaksi Nilai Siswa.
            Gambar 4.22 form ini digunakan untuk input nilai siswa nilai yang diseimpan hanya nilai kognitif yang berasal dari nilai tugas.
J.    Desain Form Report Penilaian Siswa
Gambar 4. 23 Desain Form Report Nilai Siswa.
            Gambar 4.23 Merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data nilai siswa yang berdasarkan kelas dan dapat diketahui nilai tertinggi siswa.










K. Desain Form Report Absen Siswa
Gambar 4. 24 Desain Form Report Absen Siswa.
            Gambar 4.24 Merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data absen siswa yang berdasarkan kelas.








L.  Desain Form Report Data Siswa
Gambar 4. 25 Desain Form Report Data Siswa
              Gambar 4.25 merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data siswa yang ada dalam kelas.
M.     Desain Form Report Jadwal Guru Bidang Studi
Gambar 4. 26 Desain Form Report Jadwal Guru Bidang Studi.
            Gambar 4.26 merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data jadwal guru bidang studi yang berdasarkan kelas.
BAB V
IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
5.1  Mengimplementasikan Sistem
Mengimplementasikan sistem merupakan tahap pengujian dimana desain sistem dapat berjalan dengan baik. Implementasi dilakukan dengan penganalisa sistem dan pendesain input output.  Desain form yang telah dibuat utuk pendesain input output cukup sesuai untuk mengimplementasikan sistem, sehingga tidak membutuhkan banyak perubahan.
5.2.1        Kebutuhan Sistem
Pada tahap ini, dijelaskan mengenai implementasi dari perangkat lunak yang harus dipersiapkan oleh pengguna.
Adapun perangkat lunak yang digunakan, yaitu:
a.    Power Designer 6 32 bit.
b.    Microsoft Visual Basic.NET 2010.
c.    MySQL Server.
d.   Crystal Report for Visual Studio.NET.
Untuk perangkat keras, minimal pengguna harus mempersiapkan spesifikasi sebagai berikut:
a.    Core TM 2 Duo Processor 2.20 Ghz.
b.    Memory 2  GB
c.    Hardisk 20 GB.

Ketika pertama kali akan  menggunakan aplikasi ini, terlebih dahulu user harus menginstalasi aplikasi ini supaya bisa digunakan. Langkah-langkah  instalasinya  akan  dijelaskan  di  bab  ini,  pertama  user  harus  memastikan  bahwa  komputer  user  terdapat  .net  framework  4    agar  aplikasi  ini  dapat  dijalankan.  Pertama  cek  dulu  computer  anda  apakah  sudah  terdapat  .net  framework  4  atau  tidak.
Caranya  pada  menu  computer,  kemudian  pilih  control  panel.  Setelah  masuk  control  panel  masuk  ke  add  or  remove  program  (berisi  tentang  informasi  software  yang  telah  di  install  computer  anda),  lalu  jika  sudah  masuk  ke  dalam  add  or  remove  program  anda  bisa  check  apakah  sudah  terdapat  .net  framework  2.0  seperti  pada  Gambar 5.1.
Description: tampilan net framework
Gambar 5.1. Tampilan Add Remove Program
Jika  komputer  telah  terinstal .net  framework 2.0 maka  tidak  perlu  menginstal  kembali.  Untuk  .net  framework  1.0  atau  yang lebih  tinggi digunakan  untuk platform Microsoft Visual Basic 2005 sedangkan .net  framework  4  atau  yang  lebih  tinggi,  digunakan  untuk  platform Microsoft  visual  basic 2005. setelah  itu program  dapat  dijalankan  sebagaimana  biasanya.
Setelah itu user harus menjalankan installer dari apliksasi, maka akan muncul tampilan awal dari proses menginstalasi aplikasi persediaan barang, seperti pada Gambar 5.2.

Description: tampilan halaman awal
Gambar 5.2. Tampilan Halaman Awal Instalasi
Pada tampilan Select Installation Folder, seperti pada Gambar 5.3 user dapat memilih lokasi aplikasi akan diinstalasi. Jika user akan mengganti lokasi aplikasi akan diinstalasi maka tekan tombol Browse dan cari lokasi aplikasi akan diinstalasi, seperti pada Gambar 5.3.
Description: select intalation folder
Gambar 5.3. Tampilan Select Instalation Folder
Description: folder browe
Gambar 5.4. Tampilan Browse Folder Directory
Pada tampilan Confirm Installation, seperti pada Gambar 5.5 user memilih tombol  Next untuk memulai proses instalasi aplikasi. Setelah proses instalasi selesai maka akan muncul tampilan Installation Complete, seperti pada Gambar 5.6.
Description: confirm intaler
Gambar 5.5. Tampilan Confirm Installation

Description: sukses intaler
Gambar 5.6. Tampilan Installation Complete

5.3. Penjelasan Pemakaian Program

Dalam bab ini juga akan dijelaskan tentang hasil dari program yang telah dibuat beserta cara penggunaanya. Penjelasan program akan dimulai dari form login. Form login adalah form yang digunakan untuk identifikasi pengguna dari program pada saat dioperasikan atau biasa disebut user previlege. Form Login dapat dilihat pada Gambar 5.7.
Gambar 5.7 Tampilan Form Login
“Form Login” merupakan form identifikasi pengguna dari program pada saat itu. Form ini berguna dalam memberikan otorisasi pemakaian program.
User “Kurikulum” mendapat wewenang lebih dari pada user biasa seperti guru, kesiswaan dan BK.
Gambar 5. 8 Desain Form Halaman Utama Bagian Kurikulum
Gambar 5.8 merupakan desain form tampilan halaman awal setelah user melakukan login from ini di kususkan hanya bagian kurikulum.

5.4. Penjelasan Pemakaian

Tahap ini merupakan langkah-langkah dari pemakaian program Sistem Informasi Perpustakaan ini. Berikut sub-sub pembahasan pemakaian:

5.4.1.     Form Master

Dalam aplikasi sistem informasi akademik terdapat menu-menu master. Menu-menu master digunakan untuk mengakses form master yang ada pada program. Form master digunakan mengelola data-data yang ada. Penjelasan tentang manfaat dan cara penggunaan masing-masing form master dijelaskan lebih detail pada penjelasan berikut ini.
A.  Form Master Pegawai
Gambar 5. 9 Form Master Pegawai
Gambar 5.9 merupakan form yang digunakan untuk input pegawai yang ada di SMA IPIEMS Surabaya
B.  Form Master Siswa
Gambar 5. 10 Form Master Siswa
Gambar 5.10 merupakan form yang digunakan untuk input siswa yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.
C.  Form Master Kelas
Gambar 5.11 Form Master Kelas
Gambar 5.11 merupakan form yang digunakan untuk input kelas dan sekaligus pembagian wali kelas di masing – masing kelas yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.

5.4.2.     Transaksi

Menu-menu transaksi pada form utama dipagian Kurikulum terdiri dari 4 menu, yaitu menu alokasi siswa, pembagian guru bidang studi, Kehadiran dan jadwal guru sedangkan di bagian kesiswaan dan guru terdapat 1 transaksi yaitu form penilaan. Dan untuk bagian bimbingan konseling (BK) terdapat transaksi log keterlambatan siswa.
A.  From Transaksi Alokasi Siswa
Gambar 5. 12 Form Transaksi Alokasi Siswa
     Gambar 5.12 merupakan desain form yang digunakan untuk alokasi siswa perkelas.


B.  Form Transaksi Kehadiran Siswa
Gambar 5. 12 Form Transaksi Kehadiran Siswa
              Gambar 5.12 form yang digunakan untuk mencatat ketidak kehadiran siswa didalam kelas sebabkan siswa tersebut izin, sakit atau alpha.
C.  Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi
Gambar 5. 13 Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi
              Gambar 5.13 form yang digunakan untuk mengelola jadwal guru bidang studi untuk mengajara dikelas kelas sesuai dengan jam pelajaran yang sudah ditentukann.
D.  Form Transaksi Penilaian Siswa
Gambar 5. 14 Form Transaksi Nilai Siswa.
            Gambar 5.14 form ini digunakan untuk input nilai siswa nilai yang diseimpan hanya nilai kognitif yang berasal dari nilai tugas.

5.4.3.     Form Laporan

Dalam aplikasi sistem informasi akademik terdapat form laporan digunakan untuk mencetak detail data yang sudah ada di transaksi yang digunakan untuk pihak instansi dalam mempermudah mengambil keputusan.






A.  Form Laporan Data Guru Bidang Studi
Gambar 5. 15 Form Laporan Data Guru Bidang Studi
              Gambar 5.15 merupakan form yang digunakan untuk mencetak data guru.
B. Form Laporan Alokasi Siswa
Gambar 5. 16 Form Laporan Data Siswa
Gambar 5.16 merupakan form yang digunakan untuk mencetak data Siswa.


C. Form Laporan Absen Siswa
Gambar 5.17 Form Laporan Absen Siswa.
            Gambar 5.17 Merupakan form yang digunakan untuk mencetak data absenl siswa yang berdasarkan kelas.









D. Form Laporan Penilaian Siswa
Gambar 5. 18 Form Laporan Nilai Siswa.
            Gambar 5.18 Merupakan form yang digunakan untuk mencetak data nilai siswa yang berdasarkan kelas dan dapat diketahui nilai tertinggi siswa.

BAB VI

PENUTUP

6.1    Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pengamatan proses akademik, pembuatan dokumentasi sistem dan analisis yang ada pada SMA IPIEMS Surabaya khususnya di bagian akademik, bila dibuat program aplikasinya akan memberikan hasil sebagai berikut :
a.    Sistem informasi yang ada dapat membatu jalannya proses dari penilaian, absensi, alokasi dan pembagian guru bidang studi, sehingga dapat memberikan informasi kepada pihak – pihak yang membutuhkan khususnya di SMA IPIEMS Surabaya.
b.    Sistem infromasi yang ada dapat mempercepat proses pengolahan data – data akademik siswa.
c.    Sistem informasi yang ada dapat menangani proses akademik yang terjadi, sehingga data dari proses tersebut akan selalu terupdate dengan lebih baik.
d.   Dapat menghasilkan sistem informasi akademik khususnya pada bagian kehadiran dan penilaian.

6.2    Saran

Saran-saran yang diberikan agar sistem informasi yang telah dibangun dapat berfungsi dengan baik adalah sebagai berikut :
a         Dapat dikembangkan dengan menambahkan proses pembayaran spp atau proses andministrasi lainnya, agar perusahaan dapat mempermudah staf keuangan dalam menjalankan pekerjaannya.
b        Mengembangkan proses absensi menjadi absensi berbasis figerprint agar lebih mudah dalam melakukan proses absensi.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar