BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Bagian Akademik adalah salah satu bagian dari SMA IPIEMS Surabaya,
bagian ini mempunyai tugas untuk mengurusi masalah pengelolaan data siswa mulai
dari nilai, kehadiran, jadwal pelajaran serta laporan siswa. Karena pada bagian Kurikulum SMA IPIEMS Surabaya ini semuanya masih dikerjakan secara Microsoft Excel untuk
menyelesaikan semua proses pengolahan nilai, kehadiran dan jadwal pelajaran.
Tentu hal ini masih terjadi kesalahan dalam prosesnya yaitu nilai, kehadiran. Selama ini bagian akademik SMA IPIEMS Surabaya masih menggunakan kertas
untuk mengumpulkan data-data siswa yang tidak hadir dalam pengelolaan data
kehadiran siswa dan penilaian. Sehingga terjadi penumpukan data yang akan di entry
dan mengelola kehadiran siswa yang tidak masuk sekolah kemungkinan dilakukan
pencatatan yang berulang-ulang, kesalahan tersebut juga terdapat di proses
penilaian siswa sehinggan ada kesalahan dalam pengisian nilai siswa ke dalam
rapot. Sehingga dibutuhkan waktu yang cukup banyak. Berdasarkan permasalahan di
atas, maka untuk mengatasi kesalahan dalam melakukan pengecekan kehadiran siswa
dan memudahkan menginputkan nilai adalah dengan mengunakan suatu aplikasi yaitu
Microsoft Visual Studio 2005. Sistem ini dapat membantu guru atau bagian
akademik untuk mengelola data siswa mulai dari nilai kehadiran, dan pencatatan
alokasi siswa perkelas, penjadwalan serta laporan-laporan terutama tentang
penilaian, kehadiran siswa dan alokasi siswa perkelas.
Dengan adanya
aplikasi ini diharapkan dapat memperbaiki proses semi-komputerisasi yang selama
ini telah dijalankan. Sehingga dapat meningkatkan efektifitas pengelolahan data
khususnya pada bagian akademik
1.2
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalah di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan yang ada, yaitu : “Bagaimana Merancang Bangun Sistem Informasi
Akademik pada SMA IPIEMS SURABAYA”
1.3
Batasan Masalah
Batasan masalah pada Aplikasi Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS
Surabaya adalah sebagai berikut :
- Sistem Informasi ini mencatat dan menyimpan pegawai, siswa, kelas, kehadiran siswa, penilaian siswa dan alokasi siswa perkelas, alokasi wali kelas, dan alokasi guru bidang studi, laporan guru bidan studi, laporan absensi, laporan alokasi kelas dan laporan penilaian.
1.4
Tujuan
Tujuan pada penelitian ini adalah menghasilkan Rancang Bangun Sistem
Informasi Akademik pada SMA IPIEMS SURABAYA.
1.5
Manfaat
Sistem informasi akademik dapat dimanfaatkan oleh pengguna khususnya
staff yang ada di organisasi sekolah sebagi berikut:
- Memudahkan dan mempercepat proses pemeliharana data siswa dan pegawai.
- Memudahkan dan mempercepat proses pendataan kelas serta mengetahui secara cepat nilai kognitif, psikomotorik dan afektif.
- Memudahkan dan mempercepat dalam mengetahui semua informasi berdasarkan laporan yang telah dimasukan.
- Memudahkan guru untuk mengololah data nilai siswa yang telah diperoleh untuk dilaporan kepada bagian akademik.
1.6
Sistematika Penulis
Sistematika
penulisan memudahkan di dalam memahami
permasalahan dan pembahasannya, maka penulisan laporan perancangan sistem infrormasi ini
dibuat dengan sistematika sebagai berikut:
BAB
I PENDAHULUAN
Bab ini membahas
tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan
pembuatan sistem, manfaat bagi penggunannya, serta sistematika penulisan
laporan.
BAB
II HASIL SURVEY
Bab ini membahas tentang hasil
survey pada SMA IPIEMS Surabaya yang menjelaskan tentang gambaran umum SMA IPIEMS
Surabaya dan struktur organisasi yang bersangkutan beserta job description.
BAB
III LANDASAN TEORI
Bab ini membahas
tentang berbagai macam teori yang mendukung dalam pembuatan sistem informasi
akademik yaitu pengertian pendidikan, pengertian konsep dasar sistem informasi,
pengertian sistem informasi akademik, penilaian, dan pengembangan sistem.
BAB
IV ANALISIS DAN DESAIN SISTEM
Bab ini membahas
tentang spesifikasi prosedur yang meliputi analisis system flow, data diagram
flow, diagram context, entity relationship diagram beserta
struktur tabel dan desain input output yang baru.
BAB
V IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
Bab ini membahas
tentang implementas program serta pembahasan fungsi disetiap – setiap
bagian mulai dari form master data
sampai form proses pengelolaan data.
BAB
VI PENUTUP
Bab ini membahas tentang kesimpulan
yang diperoleh dari pembuatan sistem ini serta saran yang bertujuan untuk
pengembangan sistem ini dimasa yang
mendatang.
BAB
II
HASIL SUREY
2.1 Gambaran Umum SMA IPIEM Surabaya
SMA IPIEMS Surabaya merupakan satu sekolah unggulan di kota surabaya
merupakan sekolah yang terakreditasi A sejak
tahun ajaran 2005/2009 dan tahun 2012 sekolahan IPIEMS Mendapatkan lagi
terakreditasi A. Dengan visi “ Prima dalam layanan, unggul dalam prestasi
dengan membangun budaya belajar yang kondusif bagi pengembangan kepribadian
siswa yang berwawasan Imtaq dan iptek sehingga mampu menjawab tantangan zaman”.
Dengan visi tersebuat SMA IPIEMS Surabaya selalu berupaya dalam meningkatkan
mutu dalam bidang akademik ataupun kepengurusan, hal ini dilakukan agar terus
dapat bersaing dengan sekolahan lainnya.
SMA IPIEMS Surabaya banyak melakukan pembenahan, pengembangan dan pemberdayaan
semua komponen sekolah baik sarana dan prasarana serta sumber daya manusia
(SDM).
SMA IPIEM Surabaya beralamat di Jl.
Menur No. 125 Surabaya Saat ini
SMA IPIEMS Surabaya terdapat kurang lebih sekitar 876 siswa pada tahun 2013/2014 yang terbagi
menjadi beberapa kelas yaitu kelas X IPA terbagi menjadi delapan kelas, IPA
empat kelas dan IPS 4 kelas, kelas XI terbagi menjadi tujuh kelas, IPA tiga
kelas dan IPS empat kelas, dan kelas XII terbagi menjadi sembilan kelas, IPA
empat kelas dan IPS lima kelas. SMA IPIEMS Surabaya memiliki fasilitas Ruang
guru, Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, Ruang Kesenian, Lapangan
olahraga, Kantin, koprasi siswa, dan mushollah. Suasana SMA IPIEMS Surabaya
sangat sejuk, sehingga membuat proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman.
Suasana belajar yang nyaman sangat membantu siswa untuk memperoleh prestasi di
sekolah maupun di luar sekolah.

2.2 Struktur Organisasi SMA IPIEMS Surabaya
Di dalam organisasi SMA IPIEMS Surabaya pada tahun ajaran 2013/2014 ini
terdapat beberapa bagian atau departemen yang menangani semua kegiatan yang ada
di organisasi ini semua bagian bertanggung jawab langsung kepada pimpinan
seperti pada Gambar 2.2
Gambar 2.2: Struktur
Organisasi SMA IPIEMS
2.3 Deskripsi
Tugas
Berdasarkan Struktur organisasi pada Gambar 2.1 dapat dideskripsikan
tugas yang dimiliki oleh tiap bagian bersangkutan sebagai berikut:
a.
Kepala Sekolah.
Memimpin seluruh staff dan pegawai SMA dan mengawasi jalannya proses
belajar mengajar. Dan juga , orang yang paling bertanggung jawab terhadap
sukses atau tidaknya sistem belajar mengajar yang diterapkan di SMA.
b.
Tata Usaha.
Bertanggung jawab atas surat menyurat yang dilakukan SMA IPIEMS.
c.
Wakasek Kurikulum.
Membantu kepala sekolah dalam menyusun semua mata pelajaran, kelas
sistem penilaian dan menyiapkan semua yang berkaitan tentang kegiatan belajar
mengajar siswa di SMA IPIEMS. Pengelolaan Program, pembagian tugas guru,
Kegiatan Belajar Mengajar, Evaluasi.
d.
Wakasek Kesiswaan.
Memvalidasi siswa yang akan masuk ke SMA IPIEMS Surabaya, kegiatan
Ekstrakulikuler, pembina osis, tata tertib siswa.
e.
Wakasek Sarana Prasarana.
Memfasilitasi sarana dan prasarana sekolah bagi para siswa, inventari
barang, pendayagunaan sarana, pengadaan barang, pemeliharaan, pengamanan dan
penghapusan barang.
f.
Wakasek Humas
Membantu kinerja Kepala Sekolah dalam menyusun RAPBS, pengelolaan
anggaran, membina hubungan antar warga sekolah dan dengan warga lingkungan
sekitar, membina hubungan kerja sama dengan komite sekolah.
g.
Kordinator BK / BP
Bertanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling
terhadap peserta didik.
2.4 Analisa Sistem Yang
Sedang Berjalan
Berdasarkan hasil
studi laporan yang dilakukan pada SMA IPIEMS Surabaya, dapat dibuat suatu
analisa sistem. Analisa sistem yang ada sebagai berikut:
- Dokumen Flow Siswa

Gambar 2.3 Document Flow
Siswa
Pada Gambar 2.3
merupakan document flow untuk
menyimpan data siswa. Pencatatan secara menual ini yang mana waka kurikulm
dapat membuat laporan data siswa untuk di berikan kepada kepala sekolah.
- Dokumen
Flow Guru Bidang Studi

Gambar 2.4 Document Flow Guru
Bidang Studi
Pada Gambar 2.4
merupakan document flow untuk
menyimpan data guru bidang studi. Dengan proses tersebut waka kurikulm dapat
membuat laporan data guru bidang studi untuk di berikan kepada kepala sekolah.
- Dokumen
Flow Menentukan Wali Kelas

Gambar 2.5 Document Flow
Menentukan Wali Kelas
Pada Gambar 2.5 merupakan document flow menentukan
wali kelas sisiwa disetiap kelas. Dengan proses tersebut waka kurikulum membaut data ruangan perkelas kemudaian menyesuaikan data
pegawai utuk dijadikan wali kelas.
- Dokumen
Flow Penilaian Siswa
Gambar 2.6 Document
Flow Penilaian
Pada Gambar 2.6
merupakan document flow pencatatan
nilai sisiwa. Proses secara menual ini yang mana guru mata pelajaran membarikan
nilai – nilai siswa kepada waka kurikulum untuk di hitung dijadikan nilai akhir
dan laporan nilai siswa yang di isi oleh wali kelas untuk diberikan kepada
siswa.
- Dokumen
Flow Kehadiran Siswa

Gambar 2.7 Document Flow
Kehadiran Siswa
Proses kehadiran
terdiri dari 4 entitas yaitu guru bidang studi, guru bidang studi, guru bp,
siswa dan waka kurikulum. Yang proses tersebut berawal dari guru bidang studi
memeriksa kehadiran siswa di dalam kelas kemudian memberikan form kehadiran kepada guru BP untuk dicek terlebih dahulu apakah ada surat
ijin apa tidak bagi siswa yang tidak hadir,
jika ada surat alasa ijin maka tertulis siswa tersebut ijin dan tida
maka ditulis alpa. Kemudian dibuatkan laporan untuk diriakan kepada staf
kurikulum.
- Dokumen
Flow Alokasi Siswa

Gambar 2.8 Document Flow Alokasi
Siswa
Pada Gambar 2.8
merupakan document flow alokasi
sisiwa. Diawali dari bagian waka kurikulum yang menyesuaikan ada kelas dan
siswa. Kemudian bagian waka kurikulum membuat daftar siswa perkelas rangkap
dua. Daftar siswa perkelas diberikan kepada kepala sekolah untuk disetujui,
jika telah disetujui diberikan kepada bagian waka kurikulum untuk diarsip dan
kepada guru wali kelas.
- Dokumen
Flow Penjadwalan Guru Bidang Studi

Gambar 2.9 Document Flow Penjadwalan
Guru Bidang Studi
Pada Gambar 2.9
merupakan document flow Penjadwalan
Guru Bidang Studi. Diawali dari bagian guru bidang studi data mata pelajaran
yang akan mengajar dan kapan beliau bisa mengajar setelah itu data akan
dikumpulkan kembali ke waka kurikulum untuk dibuatkan jadwal pengajaran yang
sesuai dengan ketersediaan untuk mengajar dikelas kemudian dibuatkan laporan jadwal
tahun pelajaran baru untuk di serahkan kepada kepalah.
2.5 Dokumen Input Output
Berdasarkan hasil dari studi lapangan pada SMA IPIEMS
Surabaya, terdapat dokumen input dan output yang diperlukan dalam menangani
proses yang ada pada SMA IPIEMS Surabaya. Dokumen input output yang didapatkan
salah satunya dalah sebagai berikut :
- Lembaran Daftar Siswa
Tidak Hadir
Lembar daftar siswa tidak
hadir dapat dilihat pada Gambar 2.10.

- Lembaran Hadir Siswa
Lembar hadir siswa dapat dilihat pada Gambar 2.11

Gambar 2.11. Lembar hadir Siswa
C.
Lembaran Daftar Nilai Rapot Siswa
Lembar nilai siswa
dapat dilihat pada Gambar 2.12

Gambar 2.12. Lembar Nilai Rapot Siswa
BAB
III
LANDASAN TEORI
3.1 Pendidikan
Fungsi
pendidikan adalah untuk menyiapkan peserta didik, yang dapat diartikan bahwa
peserta didik pada hakikatnya belum siap, tetapi perlu disiapkan dan juga
menyiapkan dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan pada proses yang berlangsung
sebelum peserta didik sebagai calon warga negara yang baik, warga bangsa dan
calon pembentuk keluarga baru, serta mengemban tugas dikemudian hari. (Hamalik,
2001).
3.2 Sistem Informasi Akademik
Menurut Satoto (2009)
Sistem Informasi Akademik adalah perangkat lunak yang digunakan untuk
menyajikan informasi dan menata administrasi yang berhubungan dengan kegiatan
akademis. Dengan menggunakan perangkat lunak seperti ini diharapkan kegiatan
administrasi akademis dapat dikelola dengan baik dan informasi yang diperlukan
dapat diperoleh dengan mudah dan cepat.
3.3 Penilaian
Menurut Mardapi
(2008:5) penilaian mencakup semua cara yang digunakan untuk menilai kerja
individu, yaitu prestasi belajar yang dicapai peserta didik. Proses penilaian
melalui bukti-bukti tentang pencapaian beajar peserta didik. Berdasarkan
definisi tersebut, penilaian dalam bidang pendidikan dapat
diartikan sebagai semua aktifitas yang dilakukan oleh
pendidik dan peserta didik
untuk menilai diri mereka sendiri, yang memberikan
informasi untuk digunakan
sebagai umpan balik untuk memodifikasi aktifitas
belajar dan mengajar. Oleh
karena itu, dapat
dipahami bahwa penilaian itu bersifat kualitatif.
3.4 Kehadiran
“Kehadiran
siswa di sekolah (school attandence) adalah kehadiran dan keikutsertaan siswa secara
fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah.
Sedangkan ketidakhadiran adalah ketiadaan partisipasi secara fisik siswa
terhadap kegiatan-kegiatan sekolah” (Imron, 1996:59).
3.5 Pengertian jadwal
Penjadwalan
(schedulling) adalah pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi. Penjadwalan
mencakup kegiatan mengalokasikan fasilitas, peralatan maupun tenaga kerja bagi
suatu kegiatan operasi. Penjadwalan selalu berbuhungan dengan pengalokasian
sumber daya yang ada pada jangka waktu tertentu, hal tersebut adalah proses
pengambilan keputusan yang tujuannya adalah untuk optimalisasi.
Penjadwalan yang
tidak efektif akan menghasilkan tingkat penggunaan yang rendah dari kapasitas
yang ada. Fasilitas, tenaga kerja, dan peralatan akan mengunggu (idle) untuk
waktu tertentu, karena tidak adanya jadwal. (Boroto, 2002, p167).
3.6 Sistem
Sistem adalah sebagai sekelompok
komponen yang saling
berhubungan, bekerja sama
untuk mencapai tujuan bersama
dengan menerima input serta
menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.
Suatu sistem mempunyai
karakteristik yaitu komponen maupun elemen
(component), batasan sistem
(boundary), lingkungan luar
sistem(environment), penghubung (interface), masukan (input), pengolahan (proses), keluaran
(output), sasaran (objective), tujuan (goal). (Mulyanto, 2009:2).
Definisi sistem adalah suatu jaringan
kerja dari prosedur
– prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama – sama
untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan sautu sasaran yang
tertentu. (Jogiyanto, 2009:1).
Suatu sistem
tidak berada dalam lingkungan yang
kosong,tetapi sebuah sistem
berada dan berfungsi
di dalam lingkungan sistem
lainnya. Suatu sistem
terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Apa bila suatu sistem merupakan
dari sebuah komponen sistem lainnya yang lebih besar, maka akan disebut
dengan subsistem, sedangkan yang
lebih besat tersebut
adalah lingkungannya.
Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari
sistem untuk menjalankan
suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi suatu proses sistem secara
keseluruhan. (Mulyanto, 2009:3).
3.7
Informasi
Informasi dapat diartikan sebagai data yang telah diolah dan berguna bagi
penggunanya. Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih
berarti bagi yang menerimanya. (Jogiyanto, 2009 : 8)
Suatu informasi dikatakan
bernilai bila manfaatnya lebih
efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Sedangkan
kualitas dari informasi tergantung
dari tiga hal
yaitu informasi harus
akurat, tepat pada waktunya, dan relevan.
Data adalah bentuk
material atau bahan baku
yang belum mempunyai
makna atau belum
berpengaruh langsung kepada penguna
hingga perlu diolah
untuk menghasilan sesuatu
yang lebih bermakna. (Mulyanto, 2009:15)
3.8 Sistem informasi
Dalam kehidupan sehari-hari orang sering
menyamakan makna istilah sistem dengan cara. Istilah sistem dari bahasa Yunani
yaitu Sistem yang
berarti penempatan atau mengatur.
Pengertian sistem menurut Mulyadi (2008 : 2)
adalah “sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang
berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
Sedangkan
menurut Mulyanto (2009:29) “Sistem informasi merupakan suatu komponen yang
terdiri dari manusia, teknologi informasi, dan prosedur kerja yang memproses,
menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk mencapai suatu
tujuan”.
3.9 Analisa dan Perancangan Sistem Informasi
Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan,
kesempatan, hambatan yang terjadi,
dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat
diusulkan perbaikannya.
Analisis
sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap perancangan
sistem. Langkah-langkah dasar
dalam melakukan analisa sistem:
Identify, yaitu mengidentifikasi masalah.
a.
Understand, yaitu memahami kinerja dari
sistem yang ada.
b.
Analyze, yaitu menganalisa sistem.
c.
Report, yaitu membuat laporan hasil
analisis.
Setelah analisis sistem
dilakukan, tahap selanjutnya adalah perancangan sistem. Perancangan sistem
mempunyai dua tujuan utama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai serta memberikan gambaran yang jelas
dan lengkap kepada pemrogram dan ahli teknik lainnya yang terlibat (Jogiyanto,
1990).
BAB
IV
ANALISA DAN DESAIN SISTEM
4.1 Analisa Sistem
Analisa sistem
merupakan langkah awal dalam membuat
sistem baru. Langkah pertama adalah melakukan wawancara. Wawancara dilakukan
oleh dua orang dengan bagian waka kurikulum. Waka kurikulum memberikan informasi
tentang mekanisme penilaian dan kehadiran siswa, pendataan alokasi kelas.
Analisa merupakan
cara untuk menganalisa permasalahan berdasarkan data yang telah diperoleh dari
hasil studi lapangan. Sedangkan desain sistem merupakan langka – langkah yang
harus ditempuh untuk menyajikan sebuah sistem informasi agar terorganisasi
dengan baik. Pada bab ini akan dibahas mengenai analisa serta desain dari
Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS Surabaya. Hasil dari wawancara dengan bagian pelayanan, digambarkan
oleh dua penganalisa melalui document
flow lama.
Penganalisa mendapatkan beberapa permasalahan yang dapat diambil melalui document flow lama. Permasalahan
tersebut antara lain, proses yang dilakukan masih tergolong manual. Pendataan siswa, koleksi siswa perkelas, kehadiran siswa dan penilaan
dimasukkan ke dalam buku. Prosedur yang dilakukan cukup banyak, sehingga
membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikannya.
Document flow merupakan hasil analisa yang dibuat derdasarkan hasil
survey ke SMA IPIEMS Surabaya. Document
flow menggambarkan seluruh proses yang berhubungan dalam kegiatan penilaian
dan absensi sebelum menggunakan sistem informasi akatemik.
4.2 Desain Sistem
Desain
sistem merupakan tahap pengembangan setelah analisas
sistem dilakukan. Desain sistem dilakukan melai dari merancang system flow, Context Diagram, Hierarchy
Input Output (HIPO), Data Flow
Diagram (DFD), Entity Relationship
Diagram (ERD) dan struktur table .Kemudian mendesain input output untuk
dibuat aplikasi selanjutnya.
4.2.1
System Flow
Document flow
baru merupakan gambaran
dari sistem yang telah dikembangkan. Dalam system
flow, beberapa proses yang dilakukan secara komputerisasi. Proses yang
dikembangkan meliputi, proses penilaian, dan kehadiran siswa.
A. Flow Siswa
System flow untuk menyimpan
data siswa dan
pembuatan user id yang di gunakan untuk mendapatkan hak akses ke sistem
akademik. Dengan ada nya sistem informasi dapat membuat laporan data siswa
dengan akuran, cepat dan tidak memerlukan banyak waktu untuk di berikan kepada kepala sekolah
laporan data siswa tersebut pada Gambar 4.1.

Gambar
4.1 System Flow Siswa
B. System Flow Guru Bidang Studi
System flow untuk menyimpan
data guru bidang studi dan pembuatan user id yang di gunakan untuk mendapatkan
hak akses ke sistem akademik terutama dalam penilaian anak didiknya di setiap
mata pelajaran. Dengan ada nya sistem informasi dapat membuat laporan data
nilai siswa dengan akuran, cepat dan tidak memerlukan banyak waktu untuk di
berikan kepada kepala
sekolah laporan data siswa tersebut dan dapat di liat oleh siswa secara
langsung dapat dilihat pada
Gambar 4.2.

Gambar 4.2 System
Flow Guru Bidang Studi
C. System Flow Menentukan Wali Kelas
Menjelaskan tentang
proses penentuan wali kelas. Waka kurikulum menentukan Kelas, Guru bidang studi
yang akan menjadi wali kelas yang kemudian disimpan dalam Tabel Wali Kelas Pada
Gambar 4.3.

Gambar 4.3 System
Flow Menentukan Wali Kelas
D. System Flow Penilaian
Pencatatan proses
penilaian yang terdapat di instansi berawal dari guru mata pelajaran yang dapat
langsung input nilai-nilai siswa untuk disimpan kedatabase kemudain di proses
oleh waka kurikulum supaya dicetak untuk diberikan wali kelas, system flow pencatatan nilai sisiwa dapa
dilihat pada Gambar 4.4.

Gambar 4.4 System
Flow Penilaian
E. System Flow Kehadiran Siswa
Proses kehadiran
terdiri dari 4 entitas yaitu staf
kurikulum, guru bidang studi, siswa dan guru bp. Proses tersebut berawal
dari guru memberika form kehadiran siswa ke guru BP supaya diinput ke database untuk dibuatkan laporan kehadiran
siswa, system flow pencatatan nilai sisiwa dapa dilihat pada Gambar 4.5.

Gambar 4.5 System Flow
Kehadiran Siswa
F. System Flow Alokasi Siswa
Proses alokasi siswa
diawali dari staf kurikulum yang melakukan pendataan kelas. Dari data kelas dan
data siswa bagian staf kurikulum melakukan penyimpanan di tabel alokasi siswa
keudian proses mencetak laporan siswa perkelas kemudian diberikan kepada kepala
sekolah utuk minta persetujuan seperti Gambar 4.6.

Gambar 4.6 System Flow
Alokasi Siswa
G. System Flow Penjadwalan Guru
Bidang Studi
Penjadwalan Guru
Bidang Studi. Staff kurikulum mengelola
dari data kelas, guru, dan data mata pelajaran untuk dibuatkan jadwal
pengajaran yang sesuai dengan ketersediaan untuk mengajar dikelas kemudian
dibuatkan laporan jadwal tahun pelajaran baru untuk di serahkan kepada kepalah seperti
Gambar 4.7.
Gambar 4.7 System Flow
Penjadwalan Guru Bidang Studi
4.2.2
Diagram Berjenjang
Diagram
berjenjang merupakan merupakan diagram urutan proses yang terjadi dalam Sistem
Informasi akademik. Urutan proses dimulai dari pemeliharaan file Master, pemeliharaan file transaksi akademik, dan cetak
laporan.

Gambar 4.8 Diagram
Berjenjang
4.2.3
Context Diagram
Pada Context Diagram Sistem Informasi Akademik ini
terdiri dari 5 entitas (bagian), yaitu waka kurikulum, guru
bidang studi, wali kelas ssiwa dam guru BP. Kelima entitas
tadi memberikan input data dan menerima output data yang diperlukan.

Gambar 4.9 Context Diagram Sistem Informasi Akademik
Data flow diagram (DFD) merupakan
perangkat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur.
DFD menggambarkan seluruh kegiatan yang terdapat pada sistem secara jelas.
A. Data Flow Diagram Level 0
Data flow diagram
level 0 ini, berisi tiga proses. Proses tersebut antara lain,
pemeliharaan file alokasi siswa, penilaian, dan kehadiran.

Gambar 4.10 Data Flow Diagram Level 0
B. Data Flow Diagram Level 1
Data flow diagram
level 1 terdapat tiga transaksi yang sering terjadi di dalam SMA IPIEMS
Surabaya. Tiga transaksi diantaranya, transaksi mengelola data siswa, mengelola
data kelas, dan data guru mata pelajaran. Transaksi tersebut membutuhkan file untuk memasukkan data, seperti file siswa, guru bidang studi, dan
kelas.

Gambar 4.11 Data Flow Diagram
Level 1
4.2.5
Entity Relationship Diagram
Entity relationship diagram (ERD) merupakan gambaran
struktur database dari sistem
informasi akademik yang telah dikembangkan. ERD dibagi menjadi dua,
yaitu conceptual data model (CDM)
atau secara logik dan physical data model
(PDM) atau secara fisik.
A.
Conceptual Data
Model
Pada conceptual data model yang tertera
diatas, terdapat empat belas buah
tabel yang saling terintegrasi secara logik. Dua
belas tabel terdiri dari sepuluh tabel master dan empat tabel transaksi.

Gambar 4.12 CDM Sistem Informasi Akademik
B.
Physical Data Model
Pada physical data model yang tertera
dibawah, telah menunjukkan adanya relasi antar tabel. Terlihat
bahwa antar tabel satu dengan yang lain saling memberikan informasi berupa
identitas untuk mengenali tabel yang lain.

Gambar 4.13 PDM Sistem Informasi Akademik
4.2.6 Struktur File
Program sistem informasi akademi SMA IPIEMS Surabaya ini, memiliki database yang
terdiri dari beberapa tabel. Tabel – tabel tersebut memiliki struktur tabel yang saling terintegrasi dan
memberikan informasi yang cukup lengkap bagi pengguna sistem. Berikut penjelasan
struktur tabel dari tiap tabel:
A.
Tabel Pegawai
Primary key :
NIP
Foreign key :
-
Fungsi : Menyimpan data pegawai
Tabel 4.1 TB Pegawai
|
No
|
Field
|
Data Type
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
NIG
|
char
|
9
|
Primary Key
|
|
2
|
Nama_pegawai
|
varchar
|
100
|
|
|
3
|
Jenis Kelamin
|
char
|
1
|
|
|
4
|
Tgl Lahir
|
date
|
|
|
|
5
|
Agama
|
Varchar
|
12
|
|
|
6
|
Pend Akhir
|
varchar
|
50
|
|
|
7
|
Awal Masuk
|
Date
|
|
|
|
8
|
Telp
|
varchar
|
15
|
|
|
9
|
Email
|
varchar
|
100
|
|
|
10
|
Kota
|
varchar
|
50
|
|
|
11
|
Alamat
|
text
|
|
|
|
12
|
Picture
|
image
|
|
|
B.
Tabel Siswa
Primary key :
NIS
Foreign key :
Id_User
Fungsi : Menyimpan data siswa
Tabel 4.2 Tabel Siswa
|
No
|
Field
|
Data Type
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
NIS
|
char
|
9
|
Primary Key
|
|
2
|
Tahun Pelajaran
|
char
|
9
|
|
|
3
|
Nama_Siswa
|
varchar
|
100
|
|
|
4
|
Jenis Kelamin
|
char
|
1
|
|
|
5
|
Tgl Lahir
|
date
|
|
|
|
6
|
Agama
|
varchar
|
12
|
|
|
7
|
Telp
|
varchar
|
15
|
|
|
8
|
Email
|
varchar
|
100
|
|
|
9
|
Anak ke
|
int
|
|
|
|
10
|
Saudara
|
int
|
|
|
|
11
|
Kota
|
varchar
|
50
|
|
|
12
|
Alamat
|
text
|
|
|
|
13
|
Asal SMP
|
varchar
|
60
|
|
|
14
|
No Ijaza
|
varchar
|
40
|
|
|
15
|
Picture
|
image
|
|
|
C.
Tabel User
Primary key :
Id User
Foreign key :
User id
Fungsi : Sebagai login user
Tabel 4.3 Tabel User
|
No
|
Field
|
Data Type
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Id_User
|
char
|
9
|
Primary Key
|
|
2
|
User id
|
char
|
9
|
Foreign key
|
|
3
|
Password
|
char
|
9
|
|
|
4
|
Level User
|
Varchar
|
15
|
|
|
5
|
Status
|
Varchar
|
12
|
|
D.
Tabel Tahun Pelajaran
Primary Key : Id_Tahun_pelajaran
Foreign Key : -
Fungsi : Menampung data tahun Pelajaran .
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Id_Tahun_pelajaran
|
char
|
4
|
Primary Key
|
|
2
|
Status
|
Varchar
|
12
|
|
|
3
|
Keterangan
|
text
|
|
|
|
4
|
Tahun_Pelajaran
|
varchar
|
9
|
|
E.
Tabel Kelas
Primary Key : Id_Kelas
Foreign Key : NIG
Fungsi : Menampung data kelas.
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode_Kelas
|
char
|
5
|
Primary Key
|
|
2
|
Tingkat
|
varchar
|
10
|
|
|
3
|
Kelas
|
varchar
|
20
|
|
|
4
|
Ruang
|
char
|
2
|
|
|
5
|
NIG
|
char
|
9
|
Foreign key
|
F.
Tabel Mata Pelajaran
Primary Key : Id_Mapel
Foreign Key : -
Fungsi : Menampung data pelajaran .
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode_Mapal
|
Char
|
5
|
Primary Key
|
|
2
|
Nama_Mapel
|
varchar
|
40
|
|
|
3
|
KKM
|
int
|
|
|
|
|
|
|
|
|
G.
Tabel Detil Mata
Pelajaran
Primary Key : Kode_DMP
Foreign Key : Kode Mapel
Fungsi : Menampung data detil kelas .
Tabel 4. 7 Tabel Detil Mapel Pelajaran
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode_DMP
|
char
|
|
Primary Key
|
|
2
|
Tingkat
|
varchar
|
8
|
|
|
3
|
Kode Mapel
|
char
|
5
|
Foreign key
|
|
4
|
Status
|
varchar
|
8
|
|
H.
Tabel Penilaian
Primary Key : Kode_Nilai
Foreign Key : Id_Wali_Kelas, NIS, Id_Pelajaran,
Tahun_Pelajaran, Semester
Fungsi : Menampung
data penilaian .
Tabel 4. 8 Tabel Penilaian
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode Nilai
|
char
|
9
|
Primary Key
|
|
2
|
NIS
|
char
|
5
|
Foreign key
|
|
3
|
Tingkat
|
char
|
11
|
Foreign key
|
|
4
|
Kode kelas
|
char
|
6
|
Foreign key
|
|
5
|
Tahun pelajaran
|
varchar
|
9
|
Foreign key
|
|
6
|
Semester
|
int
|
|
Foreign key
|
|
7
|
Nilai_Kognitif
|
Int
|
|
|
|
8
|
Nilai_Psikomotor
|
Int
|
|
|
|
9
|
Nilai_Afektif
|
Int
|
|
|
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
10
|
Nilai_Akhir
|
Int
|
|
|
|
11
|
Nilai_Huruf
|
text
|
|
|
I.
Tabel Absen
Primary Key : Id_kehadiran
Foreign Key : NIS, Kode kelas, Semester, Tahun
pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data kehadiran
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Id_Kehadiran
|
char
|
5
|
Primary Key
|
|
2
|
Nis
|
char
|
9
|
Foreign key
|
|
3
|
Kode Kelas
|
char
|
5
|
Foreign key
|
|
4
|
Semester
|
char
|
10
|
Foreign key
|
|
5
|
Tahun Pelajaran
|
char
|
9
|
Foreign key
|
|
7
|
Keterangan
|
varchar
|
5
|
|
|
8
|
Tgl_absen
|
date
|
Date
|
|
J.
Tabel : Guru_Mapel
Primary Key : -
Foreign Key : NIG, Kode Mapel, Tahun_Pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data guru mata pelajaran.
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
No
|
Char
|
10
|
Primary Key
|
|
2
|
NIG
|
Char
|
9
|
Foreign key
|
|
3
|
Tingkat
|
varchar
|
10
|
|
|
4
|
Kelas
|
varchar
|
10
|
|
|
5
|
Kode Mapel
|
Char
|
9
|
Foreign key
|
|
6
|
Tahun pelajaran
|
varchar
|
9
|
Foreign key
|
K.
Tabel Semester
Primary Key : Kode_Semseter
Foreign Key : -
Fungsi : Untuk menampung Semseter.
Tabel 4. 11 Tabel Semseter
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode_Semester
|
int
|
|
Primary Key
|
|
2
|
Semster
|
varchar
|
10
|
|
|
3
|
Status
|
varchar
|
10
|
|
L.
Tabel Jadwal
Primary Key :
Kode jadwal
Foreign Key : NIG, Tahun_Pelajaran
Fungsi : Untuk menampung data guru mata pelajaran.
Tabel 4. 12 Tabel Jadwal
|
NO
|
Field
|
Type Data
|
Length
|
Constraint
|
|
1
|
Kode jadwal
|
char
|
7
|
Primary Key
|
|
2
|
NIG
|
char
|
9
|
Foreign key
|
|
3
|
Tahun Pelajaran
|
varchar
|
9
|
Foreign key
|
|
4
|
Hari
|
varchar
|
10
|
|
|
5
|
Jam Mulai
|
varchar
|
20
|
|
|
6
|
Jam Selasai
|
varchar
|
20
|
|
|
7
|
Lama Jam
|
varchar
|
20
|
|
|
8
|
Keterangan
|
varchar
|
20
|
|
4.2.7 Desain Input Output
Desain
input ouput dari Sistem Informasi Akademik pada SMA IPIEMS Surabaya dibagi
menjai 3 login level yaitu 1)level staf kurikulm 2) level guru matapelajaran,
3) level siswa.
A. Desain Form Login

Gambar 4.14
merupakan desain form login yang
digunakan user untuk masuk kedalam sistem.
B. Desain Form Halaman
Utama Bagian Kurikulum

Gambar
4.15 merupakan desain form tampilan halaman awal setelah user melakukan login from
ini di kususkan hanya bagian kurikulum.
C. Desain Form Pegawai

Gambar 4. 16 Form Master Pegawai
Gambar 4. 16 merupakan form yang digunakan untuk input
pegawai yang ada di SMA IPIEMS Surabaya
D. Desain Form Siswa

Gambar 4. 17 Form Master
Siswa
Gambar 4.17 merupakan form yang digunakan untuk input
siswa yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.
E. Desain Form Kelas

Gambar 4.18 Form Master Kelas
Gambar 4.18
merupakan form yang digunakan untuk input kelas dan sekaligus pembagian wali
kelas di masing – masing kelas yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.
F. Deasin From Alokasi Siswa

Gambar 4. 19 Form Transaksi Alokasi
Siswa
Gambar 4.19 merupakan desain form yang digunakan untuk alokasi siswa
perkelas.
G. Form Transaksi Kehadiran Siswa

Gambar 4. 20 Form Transaksi Kehadiran
Siswa
Gambar 4.20 form yang digunakan untuk mencatat ketidak kehadiran siswa didalam
kelas sebabkan siswa tersebut izin, sakit atau alpha.
H. Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi

Gambar 4. 21 Form Transaksi Jadwal
Guru Bidang Studi
Gambar 4.21 form yang digunakan untuk mengelola jadwal guru bidang studi untuk
mengajara dikelas kelas sesuai dengan jam pelajaran yang sudah ditentukann.
I. Form Transaksi
Penilaian Siswa

Gambar 4. 22 Form Transaksi Nilai
Siswa.
Gambar 4.22 form ini digunakan untuk
input nilai siswa nilai yang diseimpan hanya nilai kognitif yang berasal dari
nilai tugas.
J. Desain Form Report
Penilaian Siswa

Gambar 4. 23 Desain Form Report
Nilai Siswa.
Gambar
4.23 Merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data nilai siswa yang
berdasarkan kelas dan dapat diketahui nilai tertinggi siswa.
K. Desain Form Report
Absen Siswa

Gambar 4. 24 Desain Form Report
Absen Siswa.
Gambar
4.24 Merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data absen siswa yang
berdasarkan kelas.
L. Desain Form Report Data Siswa

Gambar 4. 25 Desain
Form Report Data Siswa
Gambar 4.25 merupakan desain form yang digunakan untuk
mencetak data siswa yang ada dalam kelas.
M.
Desain Form Report Jadwal Guru Bidang Studi

Gambar 4. 26 Desain Form Report
Jadwal Guru Bidang Studi.
Gambar
4.26 merupakan desain form yang digunakan untuk mencetak data jadwal guru
bidang studi yang berdasarkan kelas.
BAB V
IMPLEMENTASI DAN PEMBAHASAN
5.1 Mengimplementasikan Sistem
Mengimplementasikan sistem merupakan tahap pengujian
dimana desain sistem dapat berjalan dengan baik. Implementasi dilakukan dengan penganalisa sistem dan pendesain input
output. Desain form yang telah dibuat utuk pendesain input output cukup sesuai untuk mengimplementasikan sistem,
sehingga tidak membutuhkan banyak perubahan.
5.2.1
Kebutuhan
Sistem
Pada tahap ini, dijelaskan mengenai implementasi dari
perangkat lunak yang harus dipersiapkan oleh pengguna.
Adapun perangkat lunak yang digunakan, yaitu:
a.
Power Designer 6 32 bit.
b.
Microsoft Visual Basic.NET 2010.
c.
MySQL Server.
d.
Crystal Report for Visual Studio.NET.
Untuk
perangkat keras, minimal pengguna harus mempersiapkan spesifikasi sebagai
berikut:
a.
Core TM 2 Duo Processor 2.20 Ghz.
b. Memory 2 GB
c.
Hardisk 20 GB.
Ketika pertama kali
akan menggunakan aplikasi ini, terlebih
dahulu user harus menginstalasi
aplikasi ini supaya bisa digunakan. Langkah-langkah instalasinya
akan dijelaskan di
bab ini, pertama
user harus
memastikan bahwa komputer
user terdapat
.net framework
4 agar
aplikasi ini dapat
dijalankan. Pertama cek
dulu computer anda
apakah sudah terdapat
.net framework
4 atau tidak.
Caranya pada
menu computer, kemudian
pilih control panel. Setelah
masuk control panel
masuk ke add or
remove program (berisi
tentang informasi software yang
telah di install computer
anda), lalu
jika sudah masuk
ke dalam add or
remove program anda
bisa check apakah sudah
terdapat .net framework 2.0
seperti pada Gambar 5.1.

Jika komputer telah terinstal .net framework 2.0 maka tidak
perlu menginstal kembali.
Untuk .net framework 1.0 atau yang lebih
tinggi digunakan untuk platform Microsoft Visual Basic 2005
sedangkan .net framework
4 atau yang
lebih tinggi, digunakan
untuk platform Microsoft visual
basic 2005. setelah itu
program dapat dijalankan
sebagaimana biasanya.
Setelah itu user harus menjalankan installer dari apliksasi, maka akan
muncul tampilan awal dari proses menginstalasi aplikasi persediaan barang,
seperti pada Gambar 5.2.

Pada tampilan Select Installation Folder, seperti pada
Gambar 5.3 user dapat memilih lokasi
aplikasi akan diinstalasi. Jika user
akan mengganti lokasi aplikasi akan diinstalasi maka tekan tombol Browse dan cari lokasi aplikasi akan
diinstalasi, seperti pada Gambar 5.3.


Pada
tampilan Confirm Installation,
seperti pada Gambar 5.5 user memilih
tombol Next untuk memulai proses instalasi aplikasi. Setelah proses
instalasi selesai maka akan muncul tampilan Installation
Complete, seperti pada Gambar 5.6.


5.3.
Penjelasan Pemakaian Program
Dalam
bab ini juga akan dijelaskan tentang hasil dari program yang telah dibuat
beserta cara penggunaanya. Penjelasan program akan dimulai dari form login.
Form login adalah form yang
digunakan untuk identifikasi pengguna dari program pada saat dioperasikan atau
biasa disebut user previlege. Form Login dapat dilihat pada Gambar
5.7.

Gambar 5.7 Tampilan
Form Login
“Form Login” merupakan form
identifikasi pengguna dari program pada saat itu. Form ini berguna dalam memberikan otorisasi pemakaian program.
User “Kurikulum” mendapat wewenang lebih dari pada user biasa seperti guru, kesiswaan dan
BK.

Gambar
5.8 merupakan desain form tampilan halaman awal setelah user melakukan login from
ini di kususkan hanya bagian kurikulum.
5.4. Penjelasan Pemakaian
Tahap ini merupakan langkah-langkah dari pemakaian program Sistem Informasi
Perpustakaan ini. Berikut sub-sub pembahasan pemakaian:
5.4.1. Form Master
Dalam
aplikasi sistem informasi akademik terdapat menu-menu master. Menu-menu master
digunakan untuk mengakses form master
yang ada pada program. Form master
digunakan mengelola data-data yang ada. Penjelasan tentang manfaat dan cara
penggunaan masing-masing form master
dijelaskan lebih detail pada penjelasan berikut ini.
A. Form Master Pegawai

Gambar 5. 9 Form Master Pegawai
Gambar 5.9 merupakan form yang digunakan untuk input
pegawai yang ada di SMA IPIEMS Surabaya
B.
Form Master Siswa

Gambar 5. 10 Form Master
Siswa
Gambar 5.10 merupakan form yang digunakan untuk input
siswa yang ada di SMA IPIEMS Surabaya.
C. Form Master Kelas

Gambar 5.11 Form Master Kelas
Gambar 5.11 merupakan form yang digunakan untuk input
kelas dan sekaligus pembagian wali kelas di masing – masing kelas yang ada di
SMA IPIEMS Surabaya.
5.4.2.
Transaksi
Menu-menu transaksi
pada form utama dipagian Kurikulum terdiri dari 4 menu, yaitu menu alokasi
siswa, pembagian guru bidang studi, Kehadiran dan jadwal guru sedangkan di
bagian kesiswaan dan guru terdapat 1 transaksi yaitu form penilaan. Dan untuk
bagian bimbingan konseling (BK) terdapat transaksi log keterlambatan siswa.
A. From Transaksi Alokasi Siswa

Gambar 5. 12 Form Transaksi Alokasi
Siswa
Gambar 5.12 merupakan desain form yang digunakan untuk alokasi siswa
perkelas.
B. Form Transaksi Kehadiran Siswa

Gambar 5. 12 Form Transaksi Kehadiran
Siswa
Gambar 5.12 form yang digunakan untuk mencatat ketidak kehadiran siswa didalam
kelas sebabkan siswa tersebut izin, sakit atau alpha.
C. Form Transaksi Jadwal Guru Bidang Studi

Gambar 5. 13 Form Transaksi Jadwal
Guru Bidang Studi
Gambar 5.13 form yang digunakan untuk mengelola jadwal guru bidang studi untuk
mengajara dikelas kelas sesuai dengan jam pelajaran yang sudah ditentukann.
D. Form Transaksi
Penilaian Siswa

Gambar 5. 14 Form Transaksi Nilai
Siswa.
Gambar 5.14 form ini digunakan untuk
input nilai siswa nilai yang diseimpan hanya nilai kognitif yang berasal dari
nilai tugas.
5.4.3.
Form
Laporan
Dalam aplikasi
sistem informasi akademik terdapat form laporan digunakan untuk mencetak detail
data yang sudah ada di transaksi yang digunakan untuk pihak instansi dalam
mempermudah mengambil keputusan.
A. Form Laporan Data
Guru Bidang Studi

Gambar 5. 15 Form Laporan
Data Guru Bidang Studi
Gambar 5.15 merupakan form yang digunakan untuk
mencetak data guru.
B. Form Laporan Alokasi
Siswa

Gambar 5. 16 Form Laporan
Data Siswa
Gambar 5.16 merupakan form
yang digunakan untuk mencetak data Siswa.
C. Form Laporan Absen Siswa

Gambar 5.17 Form Laporan
Absen Siswa.
Gambar
5.17 Merupakan form yang digunakan untuk mencetak data absenl siswa yang
berdasarkan kelas.
D. Form Laporan Penilaian Siswa

Gambar 5. 18 Form Laporan
Nilai Siswa.
Gambar
5.18 Merupakan form yang digunakan untuk mencetak data nilai siswa yang
berdasarkan kelas dan dapat diketahui nilai tertinggi siswa.
BAB VI
PENUTUP
6.1
Kesimpulan
Kesimpulan yang
dapat diambil berdasarkan pengamatan proses akademik, pembuatan dokumentasi
sistem dan analisis yang ada pada SMA IPIEMS Surabaya khususnya di bagian
akademik, bila dibuat program aplikasinya akan memberikan hasil sebagai berikut
:
a. Sistem informasi yang ada dapat membatu jalannya proses
dari penilaian, absensi, alokasi dan pembagian guru bidang studi, sehingga
dapat memberikan informasi kepada pihak – pihak yang membutuhkan khususnya di
SMA IPIEMS Surabaya.
b. Sistem infromasi yang ada dapat mempercepat proses
pengolahan data – data akademik siswa.
c. Sistem informasi yang ada dapat menangani proses akademik
yang terjadi, sehingga data dari proses tersebut akan selalu terupdate dengan
lebih baik.
d. Dapat menghasilkan sistem informasi akademik khususnya
pada bagian kehadiran dan penilaian.
6.2
Saran
Saran-saran yang diberikan agar sistem informasi yang
telah dibangun dapat berfungsi dengan baik adalah sebagai berikut :
a
Dapat
dikembangkan dengan menambahkan proses pembayaran spp atau proses andministrasi
lainnya, agar perusahaan dapat mempermudah staf keuangan dalam menjalankan
pekerjaannya.
b
Mengembangkan
proses absensi menjadi absensi berbasis figerprint agar lebih mudah dalam
melakukan proses absensi.